Perbedaan SEO dan SEM dalam Digital Marketing dan Bagaimana Pengaruhnya

Perbedaan SEO dan SEM dalam digital marketing

Perbedaan SEO dan SEM dalam digital marketing sebetulnya hanya pada caranya mendapatkan trafik saja. Jika SEO lebih fokus dengan hasil pencarian organik, sementara SEM dengan cara berbayar.

Udemy

Udemy menyediakan pilihan kursus SEO paling lengkap di semua bidang, dari SEO On-Page, Off-Page, Technical, Mobile SEO, dan masih banyak lagi.

Salah satu teknik optimasi SEM dalam digital marketing dikenal dengan nama PPC atau Pay Per Click.

Menurut Ahrefs, apa itu SEO dan SEM sebetulnya adalah teknik yang digunakan untuk memasarkan bisnisnya di search engine.

Meskipun demikian, keduanya tetap memiliki sejumlah perbedaan yang mendasar. 

Penasaran apa saja perbedaan SEO dan SEM? Yuk simak dulu ulasan berikut ini selengkapnya.

Apa Itu SEO dan SEM

SEO dalam Digital Marketing

SEO dalam digital marketing dikenal sebagai teknik optimasi mesin pencari. 

Dimana di dalamnya terdapat berbagai jenis teknik untuk meningkatkan posisi website di mesin pencari secara organik. 

Dalam teknik optimasi SEO terdapat empat langkah utama yang digunakan:

  • Riset keyword dan pembuatan konten, menemukan kata kunci yang banyak dicari pengguna di internet menjadi hal yang penting agar bisa menghasilkan konten yang sesuai dengan maksud pencarian (search intent).
  • SEO on page, tentang bagaimana mengoptimalkan faktor-faktor di dalam halaman web yang akan membantu mesin pencari memahami konten dalam konteks. Seperti optimasi judul, penggunaan H1 dan meta tag, alt text, gambar dan sebagainya.
  • SEO off page, membangun kepercayaan dan otoritas dari website lain dengan backlink building.
  • Technical SEO, memastikan konten bisa ditemukan, dirayapi dan terindeks oleh mesin pencari dengan mudah melalui peningkatan struktur website secara teknis, tampilan yang mobile friendly, keamanan situs dan sejumlah faktor teknis lainnya.

SEM dalam Digital Marketing

Apa itu SEO dan SEM mungkin banyak yang mengira keduanya hal yang sama, padahal secara prinsip cukup berbeda.

Sekali lagi, SEO dalam digital marketing adalah teknik optimasi website dengan hampir tanpa biaya sepeserpun, semuanya dilakukan secara organik.

Sebaliknya, SEM dalam digital marketing adalah teknik optimasi website melalui metode berbayar. 

Tujuannya sama, yakni untuk memposisikan website di posisi teratas hasil pencarian yang mampu menghasilkan trafik hingga peluang konversi.

Backlinko menyebutkan bahwa SEM adalah saluran marketing dengan cakupan yang lebih luas, meliputi metode organik dan berbayar.

PPC dan SEM dalam Digital Marketing

Namun saat ini, SEM dalam digital marketing biasanya merujuk pada paid search atau yang lebih dikenal dengan sebutan PPC Marketing alias pay per click.

Dimana biaya iklan yang harus dibayar pihak pengiklan ditentukan dari jumlah klik yang mengarah ke website. 

Biasanya, Google Ads menjadi salah satu media yang digunakan untuk menerapkan teknik optimasi SEM.

Baca juga: Cara Membuat Iklan di Facebook dari Nol Sampai Publish, Gampang Lho!

Salah satu alasannya karena Google menguasai hampir 94 persen lebih pangsa pasar search engine di seluruh dunia.

Sebagai sebuah taktik, optimasi SEM hampir melibatkan semua aspek. 

Mulai dari menyiapkan dan mengoptimalkan iklan berbayar, hingga pengelolaan akun untuk meningkatkan konversi.

Dalam SEM, kampanye marketingnya akan dimulai dengan melakukan riset keyword secara komprehensif, termasuk memantau kompetitor. 

Agar dapat membuat kampanye tertarget yang bisa menempatkan produk dan layanan dengan tepat sesuai target audiens.

Kegiatan ini bisa dilakukan dengan menggunakan marketing tools, salah satunya dengan SEMRush.

SEM dan Kampanye Marketingnya

Marketing campaign dalam taktik SEM mencakup beberapa hal, seperti:

  • Kampanye iklan di mesin pencari (berupa teks saja).
  • Kampanye iklan belanja.
  • Kampanye iklan display (dengan visual).
  • Kampanye iklan Gmail.
  • Kampanye iklan di YouTube.

Format kampanye iklan diatas sangatlah berbeda.

Namun semuanya mampu memudahkan untuk menjangkau audiens tertarget dan tersedia di platform Google Ads.

Ketika istilah pencarian yang digunakan pengiklan untuk menjalankan iklannya dicari oleh pengguna, mereka akan diperlihatkan hasil pencarian dengan iklan khusus.

Biasanya, konten berbayar akan muncul di bagian atas SERP dengan label “Ad”.

Manfaat SEM dalam Digital Marketing

Perbedaan SEO dan SEM paling terlihat adalah dari segi waktu yang dibutuhkan untuk melihat hasilnya.

Dalam SEO, seringkali membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk melihat hasilnya secara nyata.

Sementara dalam SEM, kamu bisa meningkatkan klik dan konversi dalam waktu yang relatif singkat.

Kamu bahkan bisa mengambil kendali penuh terkait kapan dan kepada siapa iklan tersebut ditampilkan.

Hal ini tentu menjadikan saluran tersebut sempurna untuk menguji strategi baru. 

Termasuk mengirimkan trafik ke website, atau untuk meningkatkan visibilitas selama dalam periode sepi. 

Pada dasarnya, perbedaan SEO dan SEM tidak boleh dilihat sebagai sesuatu hal yang terpisah. 

Idealnya, keduanya harus dilihat sebagai bagian penting dalam strategi digital marketing secara luas.

Dimana fungsi utamanya adalah untuk mendorong visibilitas, trafik, hingga konversi di mesin pencari yang akhirnya akan sangat berguna dalam bisnis.

Perbedaan SEO dan SEM

Konten SEM Ditandai dengan Label Iklan atau Ad di SERP

Perbedaan SEO dan SEM yang paling jelas adalah label “Iklan” atau “Ad” di samping link konten yang muncul di halaman hasil pencarian.

Sementara, konten SEO tidak memiliki label tersebut. Ini artinya, dari segi tampilan di hasil pencarian keduanya cukup berbeda.

Dalam metode berbayar, biasanya memungkinkan untuk menyempurnakan pencarian teks standar.

Dengan schema markup agar tampilannya menjadi lebih menarik dan informatif di SERP.

Misalnya menambahkan link situs, nomor telepon dan informasi menarik yang ditawarkan situs web tersebut.

Peringkat organik memang dianggap mampu menawarkan cuplikan yang kaya. 

Namun dengan metode berbayar, kamu memiliki lebih banyak kontrol terkait kapan dan bagaimana iklan tersebut ditampilkan.

Biaya Iklan Dihitung Per Klik Tayang

Dengan kampanye SEM, setiap kali pengguna mengklik link konten yang diiklankan, maka kamu harus membayar tagihannya.

Ada dua jenis kampanye berbayar yang kerap digunakan, yakni PPC (Pay Per Click) dan CPM (Cost per Mile). 

Namun, kamu tidak perlu mengeluarkan biaya apapun ketika pengguna mengklik daftar konten yang diberi peringkat Google karena faktor SEO. 

SEM Mampu Meningkatkan Hasilnya Segera, SEO Tidak bisa

Ketika kamu menjalankan kampanye SEM (iklan berbayar), maka hasilnya bisa langsung terlihat dalam beberapa klik saja. 

Iklan yang dibuat akan segera tampil di halaman hasil pencarian, tentunya setelah disetujui, dan tawarannya sesuai. 

Sementara penerapan SEO bisa memakan waktu yang cukup panjang, kecuali jika tidak ada persaingan yang tentunya ini sangat jarang terjadi. 

Setidaknya, butuh waktu berbulan-bulan untuk melihat hasil organik setelah penerapan strategi SEO dimulai.

SEO Memberikan Hasil Secara Kumulatif

Poin penting lain yang perlu diperhatikan adalah bahwa strategi SEO dalam digital marketing terus menambah value dari waktu ke waktu, dan laba atas investasi yang kamu berikan secara kumulatif. 

Strategi yang kamu bangun dari waktu ke waktu akan mengalami pertumbuhan dan mampu memberikan hasil yang bisa bertahan lama.

Lain hal ketika kamu memilih berinvestasi dengan SEM, hal ini tentu tidak akan terjadi. Segera setelah iklan dihentikan, visibilitas online juga akan berhenti tanpa tunggu waktu lama.

SEM Lebih Mudah Diuji dan Disempurnakan Dibanding SEO

Iklan berbayar hampir selalu membutuhkan pengujian apakah performanya sesuai target. 

Pembuatan content marketing perlu direvisi, menargetkan audiens baru, bahkan mungkin juga harus mengubah konten landing page agar pengujian berjalan optimal. 

Dengan data yang tersedia, semua hal ini bisa dilakukan dengan cepat. Sehingga, hasil pengujian bisa diperoleh dalam waktu singkat.

Mengingat sifat dari algoritma mesin pencari, kamu tidak bisa menguji teknik optimasi SEO dengan cara yang sama dengan SEM. 

Tentu saja, pengujian tetap menjadi bagian yang sangat penting dari strategi SEO secara keseluruhan. Hanya saja jauh lebih mudah memantau kampanye SEM dibanding SEO.

Perbedaan SEO dan SEM, Mana yang Lebih Baik?

Jawaban dari pertanyaan ini jelas dan sederhana, semuanya tergantung dari kebutuhan pemilik website. 

Kebutuhan tersebut dipengaruhi beberapa faktor, antara lain:

Tujuan (goal) secara spesifik 

Kamu harus paham apa yang jadi tujuan bisnis yang dikembangkan secara digital dengan lebih spesifik. 

Jika kamu ingin mendapatkan trafik dengan cepat untuk penjualan, menguji penawaran baru, atau mengembangkan sesuatu yang baru, maka SEM adalah pilihan yang tepat. 

Namun, jika kamu ingin membangun pertumbuhan website untuk jangka yang panjang, maka optimasi SEO mungkin akan jauh lebih sesuai.

Meningkatkan Performa 

Memiliki visibilitas yang kuat secara organik di mesin pencari tentu butuh waktu yang panjang. 

Namun dengan SEM kamu bisa mendapatkannya dengan mudah.

Nah, ketika kamu sudah memiliki visibilitas organik yang kuat, maka SEM bisa menjadi cara yang bagus untuk melengkapinya dengan visibilitas tambahan. 

Return dan Konversi

Dalam beberapa kasus, setelah memperhitungkan biaya PPC yang tinggi dengan margin produk yang rendah, menjalankan SEM dalam digital marketing rasanya tidak menguntungkan. 

Dalam contoh semacam ini, penerapan SEO kemungkinan menjadi saluran terbaik untuk meningkatkan return yang jauh lebih kuat. 

Untuk itu, penting untuk memperkirakan PPC yang diperlukan, termasuk memahami tingkat konversi yang diperlukan agar bisa menghasilkan keuntungan.

Semua itu bisa dilakukan dengan menggunakan bantuan tools marketing, seperti SEMRush salah satunya.

Menjadikan Perbedaan SEO dan SEM Sebagai Kekuatan

Sayangnya, asumsi di atas membuat siapapun yang sedang menjalankan strategi marketing hanya akan menggunakan salah satu dari SEO dan SEM.

Padahal, untuk sebagian besar bisnis, strategi pencarian yang sukses bisa dilihat dari perbedaan SEO dan SEM yang mampu diintegrasikan.

Kedua saluran marketing ini bisa bersama-sama membuka banyak peluang untuk meningkatkan pertumbuhan calon pelanggan potensial dalam bisnis.

Ketika ingin menggabungkan perbedaan SEO dan SEM, maka kamu harus memiliki kemampuan untuk mengintegrasikan saluran dan beberapa hal berikut:

Data dari SEM untuk Menjalankan Optimasi SEO

Kamu bisa menggunakan wawasan data dari strategi SEM yang dikembangkan dalam melakukan teknik optimasi SEO.

Mulai dari mendapatkan wawasan terkait tingkat konversi yang diinginkan, performa kata kunci yang ditargetkan, perkiraan estimasi trafik, dan banyak lagi. 

Dalam hal ini, gunakan SEM sebagai tempat untuk melakukan pengujian teknik SEO sebelum diterapkan.

Meningkatan Performa SEO

Dengan strategi SEM, kamu bisa membuat teknik SEO bisa bekerja lebih optimal dalam menjangkau audiens yang sebelumnya belum terkonversi menjadi pelanggan.

Caranya dengan  membuat kampanye remarketing atau pemasaran ulang. 

Kamu bisa menargetkan audiens tersebut melalui iklan di mesin pencari, iklan dengan visualisasi, dan lain sebagainya.

Menguasai Search Engine

Dengan menerapkan SEO dan SEM, kamu bisa dengan mudah mengambil alih halaman hasil pencarian. 

Alhasil, kepercayaan dan otoritas akan semakin mudah kamu dapatkan.

Pastikan bahwa website milikmu terlihat jelas di ruang iklan maupun di daftar organik hasil pencarian.

Demikian tadi informasi menarik tentang apa itu SEO dan SEM dalam digital marketing, dan bagaimana perbedaan keduanya sangat berpengaruh dalam menentukan langkah optimasi.

Sekali lagi, perbedaan SEO dan SEM memang sangat mendasar. 

Dimana SEO lebih ke arah metode untuk mendapatkan hasil secara organik sementara SEM adalah metode berbayar.

Meskipun keduanya berbeda, namun bisa memberikan hasil yang luar biasa dalam strategi digital marketing ketika digunakan secara cerdas. Semoga bermanfaat!