Apa Itu Schema Markup, dan Perannya Dalam SEO

Apa itu Schema Markup? Ketika kamu ingin website menjadi lebih mudah berada di peringkat teratas mesin pencari, maka jangan lupakan peran Google Schema Markup.

ProRankTracker

ProRankTracker memudahkanmu sebagai SEO Expert, SEO agensi, maupun SEO Specialist untuk memonitor perkembangan situs kamu maupun klien.

Schema Markup merupakan bahasa dengan kosakata semantik yang memudahkan mesin pencari memahami konten.

Supaya bisa menampilkan informasi yang lebih akurat dengan cuplikan menarik terkait konten tersebut di halaman hasil pencarian.

Daripada penasaran, yuk simak apa itu Schema Markup dan apa sih pengaruhnya untuk optimasi SEO dalam ulasan selengkapnya berikut ini.

Mengenal Apa Itu Schema Markup?

Pengertian Schema Markup

Meski dianggap sangat cerdas, namun mesin pencari tidak secerdas itu untuk mampu memahami semua konten yang ada di semua blog atau website.

Nah, disinilah peran Schema Markup bermain dalam membantu mesin pencari memahami isi konten dengan lebih baik.

Menurut Ryan MacKeller dalam infografisnya yang berjudul “My Six Search Resolutions for 2018”,  menjabarkan tentang apa itu Schema Markup.

Yakni sebuah bentuk metadata atau kode yang ditambahkan ke website untuk memberitahu algoritma apa yang ditampilkan dan bagaimana cara mengkategorikannya.

Dengan kata lain, Schema Markup adalah bahasa dengan kosakata semantik yang digunakan oleh mesin pencari.

Dimana menurut, TopSpot SEM kosakata semantik adalah kode yang ditambahkan ke HTML situs untuk memudahkan mesin pencari memahami semua informasi yang ada di dalam konten.

Agar kemudian lebih mudah untuk menampilkan informasinya dengan lebih akurat, menarik dan informatif.

Bukan hanya itu, Schema juga memudahkan mesin pencari dalam melakukan tugasnya yang lain seperti, crawling dan indexing website.

Baca juga: Apa Itu Indexing? Begini Cara Agar Blog Muncul di Google

Memang benar bahwa mesin pencari memiliki kemampuan mumpuni dalam membaca kode HTML. 

Hanya saja, ketika informasi yang tersedia sangat kompleks, maka akan butuh waktu yang jauh lebih lama agar bisa mengolahnya.

Disinilah fungsi schema yang juga memiliki sebutan lainnya yakni schema markup, structured data dan schema.org.

Mengapa Perlu Menambahkan Schema Markup?

Memberikan Rich Snippet

Setelah schema markup ditambahkan, ini akan membuat website memiliki deskripsi dengan informasi yang terperinci. Umumnya deskripsi ini dikenal dengan sebutan rich snippet. 

Nantinya, deskripsi tersebut akan muncul di halaman mesin pencarian sesuai dengan jenis schema yang ingin ditampilkan.

Misalkan berupa peringkat atau rating, daftar harga, ulasan maupun format informasi menarik yang lainnya.

Meskipun terkesan sepele, ketika dikombinasikan dengan teknik optimasi SEO, schema markup mampu menyajikan hasil yang cukup memuaskan.

Menjadi salah satu SEO Tools terbaik

Fokus SEO yang paling utama adalah meningkatkan kualitas dan kuantitas trafik yang masuk ke suatu halaman web dengan hasil pencarian secara organik melalui mesin pencari. 

Bisa dikatakan, schema merupakan salah satu SEO tools terbaik yang akan membantu meningkatkan trafik dari hasil pencarian organik.

Schema membantu menampilkan informasi secara konteks dari sebuah konten. 

Dengan menempatkannya di halaman web bagian tertentu, maka mesin pencari dapat lebih mudah mengetahui dan memahami apa saja yang disampaikan atau dibahas dalamnya. 

Alhasil, konten mendapatkan popularitas yang akhirnya membawa lebih banyak orang untuk datang ke website kamu.

Baca juga: 10 Cara Cerdas Membuat Artikel SEO Friendly yang Human Readable

Memudahkan crawling dan indexing konten

Sebagaimana yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa mesin pencari memiliki kemampuan dalam mengenali sebuah konten. 

Hanya saja, kemampuannya tidak bisa secara penuh dalam memahami apa yang dibahas oleh konten tersebut.

Bagaimana bisa demikian?

Contohnya saja, sebagai search engine, Google menggunakan schema markup dalam mengolah suatu halaman web. 

Google schema markup bertugas sebagai logic untuk menandai informasi yang ada di sebuah halaman, untuk kemudian mengklasifikasikan konten-konten di halaman tersebut.

Singkatnya, markup menyajikan bahasa dengan logika yang spesifik pada mesin pencari, supaya bisa melakukan crawling dan indexing konten website secara menyeluruh. 

Menampilkan cuplikan konten dengan lebih menarik 

Melalui instruksi yang markup kirimkan ke algoritma, ini membuat perlakuan pada konten dapat ditentukan dengan lebih mudah. 

Misalnya, apakah ingin menampilkan cuplikan artikel dalam bentuk ulasan, peringkat maupun daftar informasi tertentu.

Ketika menempatkan schema dalam website, hal ini akan membantu memberikan cuplikan konten di mesin pencari dengan tampilan visual yang menarik. 

Tentunya, hal tersebut akan meningkatkan rasa ingin tahu dari calon pengunjung dan membuatnya ingin mencari tahu lebih terkait cuplikan informasi yang ditampilkan.

Sehingga mampu mengurangi tingkat bounce rate sebuah website yang menjadi salah satu faktor yang menentukan ranking website.

Meningkatkan CTR (Click Through Rate)

CTR atau Click Through Rate yang juga dikenal dengan rasio klik tayang merupakan rasio dari jumlah klik dari keseluruhan jumlah impressions. 

Memiliki schema markup dalam website nyatanya mampu meningkatkan CTR.

Dimana, rasio klik tayang sebuah website sangat dipengaruhi oleh cuplikan konten yang ditampilkan di halaman hasil pencarian.

Dengan menerapkan Google schema markup, kamu bisa menentukan sendiri cuplikan konten akan muncul seperti apa di SERP.

Apakah informasi yang ingin ditampilkan berbentuk ulasan dengan peringkat, daftar informasi tertentu dan sebagainya.

Tentunya, dengan tampilan yang informatif dan mengundang, pengguna akan menjadi lebih tertarik untuk mengklik konten tersebut.

Artinya, ini akan mempengaruhi tingkat klik tayang website hingga peningkatan trafik. 

Bagaimana calon pengunjung akan tertarik untuk klik, jika cuplikan kontennya saja kurang menggugah?

Untuk itu, pastikan untuk memilih format schema markup sesuai konten yang kamu unggah, ya.

Google Schema Markup dan Tipe-tipenya

Sebetulnya, Google schema markup memiliki cukup banyak tipe yang sebagiannya cukup sering muncul di halaman hasil pencarian. 

Mungkin karena terlalu banyak, jadi kurang begitu paham jenis atau tipe-tipenya. 

Berikut ini beberapa tipe schema yang cukup sering digunakan, antara lain:

1. Organization

Schema tipe ini menampilkan informasi dari suatu organisasi, perusahaan atau bisnis tertentu secara singkat dan informatif.

Termasuk didalamnya mencakup informasi kontak, logo resmi, alamat dan sebagainya.

Setidaknya audiens pasti ingin lebih dulu mengetahui informasi dari suatu perusahaan tersebut secara singkat.

2. Person Markup

Tipe schema yang selanjutnya ini menampilkan cuplikan informasi dasar terkait individu atau figur tertentu dalam bentuk daftar.

Dari mulai nama lengkap, tanggal lahir, anggota keluarga, latar belakang pendidikan, pencapaian, maupun informasi penting yang lainnya.

3. Review atau Rating

Sebelum menentukan pilihan ingin membeli produk, nonton film atau berlangganan layanan tertentu, tak sedikit yang lebih suka membaca ulasan atau review dari pengguna lain, bukan? 

Disinilah fungsi dari schema review atau rating. Dengan, tipe schema ini kamu bisa menampilkan ulasan pelanggan maupun peringkat secara langsung di SERP.

Hal ini tentu akan menarik minat calon pengunjung untuk melanjutkan penelusurannya di website milikmu.

4. Event

Tipe Schema Markup selanjutnya adalah untuk menampilkan informasi terkait suatu acara yang telah dijadwalkan.

Mulai dari judul acara, jenisnya, lokasi dan tanggal pelaksanaannya, hingga harga tiketnya. 

Penggunaan schema tipe ini bisa mempermudah target audiens yang memang sedang menelusuri informasi dari suatu event tertentu.

5. Resep

Punya website yang secara khusus membahas tentang tips dan cara pengolahan makanan? Maka, menambahkan tipe schema ini akan memberikan banyak keuntungan. 

Schema ini akan memberikan cuplikan konten dalam bentuk rich snippet yang informatif.

Bukan hanya itu, Google schema markup tipe ini juga menandai setiap bagian resep tersebut. 

Mulai dari bahan-bahan yang digunakan, waktu memasak, dan bagian penting lainnya dari resep tersebut.

Sehingga konten akan muncul sesuai keyword yang dicari oleh audiens.

Dengan begitu, audiens pun memiliki kesempatan untuk sekedar melihat-lihat maupun menilai konten sebelum lanjut mengklik tautan yang ada.

6. Video Schema

Google schema markup tipe ini akan semakin memudahkan crawler melakukan indexing pada website dengan konten berisi video. 

Nantinya, schema tipe ini pun juga akan memberikan cuplikan video secara singkat di halaman pencarian khusus video bersamaan dengan konten video yang lainnya.

Jadi audiens bisa tahu apakah konten video tersebut sesuai dengan apa yang dicari atau tidak, sehingga mengurangi tingkat bounce rate.

7. Penawaran Produk

Tipe markup ini akan memudahkan mesin pencari untuk menampilkan produk yang ingin ditawarkan dan keterangannya secara detail ke target audiens.

Sehingga membuat produk lebih menonjol dibandingkan milik kompetitor, dan audiens bisa lebih mudah dalam menentukan pilihannya saat berbelanja online.

Bukan hanya produk fisik, tipe markup ini juga bisa digunakan untuk menawarkan jenis layanan tertentu.

Untuk tipe schema product sendiri ada dua jenis. Pertama, tipe markup yang hanya menampilkan barang dan layanan saja.

Sementara tipe yang kedua menampilkan barang dengan harganya sekaligus. Jadi, audiens bisa memilih untuk lanjut membeli atau lanjut scrolling. 

8. Breadcrumb

Tipe markup ini merupakan skema yang digunakan untuk menampilkan link path atau bagian-bagian tertentu dari suatu halaman pada website.

Schema tipe ini akan memudahkan audiens atau pengguna yang hanya ingin mengakses satu halaman tertentu saja. 

Kamu juga bisa mempelajari tipe atau jenis Google schema markup yang lainnya disini.

Buat Cuplikan Website Lebih Menarik dengan Schema Markup

Tertarik untuk mencoba menambahkan schema markup dalam website tapi tak tahu harus mulai dari mana?

Tenang, SEO Expert punya SEO tools yang bisa membantumu membuat kode dengan kosakata semantik secara gratis dan gampang digunakan.

Tools gratis ini adalah Schema Markup Generator.

Dengan alat ini, kamu bisa membuat structured markup dalam bentuk JSON-LD dengan mudah. 

Tinggal pilih tipe markup yang ingin dibuat, isi kolom sesuai informasi atau data yang dibutuhkan.

Selanjutnya tinggal copy kode yang muncul dan paste ke postingan yang ingin kamu tambahkan dengan markup. Mudah bukan?

SEO Tools dari SEO Expert ini totally free, gratis!

Yuk, buat cuplikan websitemu lebih menarik dengan menambahkan schema markup.

 

CategoriesSEO